Karawang, indometro.net-
2 November 2026 Proyek normalisasi saluran irigasi jalur Pejaten menuju Desa Kedung Jaya yang menjadi harapan para petani untuk mengatasi krisis kekurangan air lahan pertanian mengalami kendala serius. Alat berat jenis ekskavator (beko) terperosok ke dalam lubang galian, setelah diduga melakukan aktivitas pengerukan di luar batas lingkup program normalisasi saluran irigasi yang sudah ditetapkan.
Insiden terperosoknya alat berat ini juga disertai munculnya dugaan praktik jual‑beli tanah lumpur hasil pengerukan normalisasi. Warga menduga pengerukan yang meluas hingga menyentuh lahan milik pribadi dilakukan untuk mengambil material lumpur, sehingga menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan membuat beko amblas ke area galian. Kejadian ini dinilai sangat merugikan seluruh masyarakat Desa Kedung Jaya, karena jadwal penyelesaian proyek irigasi yang sudah dinantikan petani menjadi terhambat.
Pemerintah Desa bersama warga saat ini sedang melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pihak yang mengarahkan operator alat berat melakukan pengerukan di lahan pribadi, seharusnya pekerjaan difokuskan sepenuhnya pada perbaikan saluran irigasi sesuai rencana program pemerintah. Warga menuntut kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas penyimpangan batas pekerjaan dan insiden terperosoknya alat berat, agar kerugian yang ditimbulkan dapat ditindaklanjuti dengan benar.
“Kami sudah berjuang bersama untuk mewujudkan saluran irigasi ini demi kepentingan pertanian warga. Kejadian seperti ini sangat merugikan, kami sedang mencari siapa yang mengarahkan beko bekerja di luar batas proyek,” ujar perwakilan warga Desa Kedung Jaya.
Warga dan pemerintah desa menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh oleh instansi berwenang, mulai dari batas resmi area pekerjaan, pengelolaan material tanah lumpur hasil galian, hingga penentuan tanggung jawab atas insiden alat berat. Masyarakat berharap proyek normalisasi saluran irigasi dapat segera dilanjutkan kembali sesuai tujuan awal untuk mengatasi masalah kekurangan air lahan pertanian.
Hingga rilis ini diterbitkan, Redaksi Indometro.Net belum menerima konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara proyek, Kecamatan Cibuaya maupun instansi terkait terkait insiden tersebut. Redaksi akan terus mengupayakan konfirmasi dari semua pihak untuk memenuhi prinsip jurnalistik berimbang, serta mengimbau warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari kesalahpahaman.
Indometro.Net— Media Nasional, Kabiro Kabupaten Bekasi






Tidak ada komentar: