Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

📰 BERITA TERKINI
Memuat berita...
Memuat berita...

Desa Panjang Salurkan 20,3 Ton Benih Padi Inpari 32 melalui Program PM-AAS, Dorong Produktivitas Pertanian

Ica Angger Pradesa
Senin, 02 November 2026
Last Updated 2026-11-02T05:50:42Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??









Panjang, 2 November 2026 – Pemerintah Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus pembagian bantuan benih padi melalui program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System), Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Panjang tersebut dihadiri Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kedungadem, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perwakilan kelompok tani se-Desa Panjang.

    Dalam kegiatan tersebut, bantuan benih padi yang disalurkan mencapai 20,3 ton dengan varietas Inpari 32. Bantuan ini direncanakan untuk mendukung kebutuhan tanam petani dengan alokasi sekitar 70 kilogram benih per hektare, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Panjang.    

    Abdul Kholik Mutahar, M.Si., Kepala Urusan Perencanaan Desa Panjang, dalam sambutannya yang mewakili Kepala Desa Panjang menyampaikan apresiasi atas dukungan bantuan benih tersebut. Ia berharap seluruh kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan secara optimal sesuai peruntukannya.Ia juga mengimbau para petani agar memperhatikan petunjuk teknis dan mengikuti arahan yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan, mulai dari persiapan lahan, proses penanaman, pemeliharaan hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

    Sementara itu, Kepala BPP Kecamatan Kedungadem, Sandi Trifika, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi intensif berbasis teknologi yang dikembangkan untuk mendorong modernisasi sektor pertanian. Program ini mengedepankan pemanfaatan mekanisasi pertanian, pengaturan pola tanam, serta peningkatan populasi tanaman guna mengoptimalkan potensi lahan.Menurutnya, penerapan sistem pertanian modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan. Dengan pengelolaan budidaya yang tepat, produktivitas yang sebelumnya berkisar 5–6 ton per hektare diharapkan dapat meningkat hingga 10–12,5 ton per hektare. Selain peningkatan hasil produksi, pendekatan ini juga diarahkan untuk menciptakan efisiensi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.

    Dalam kesempatan tersebut, Sandi juga menyampaikan wacana mengenai peluang penyerapan hasil panen petani melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemasaran hasil pertanian, sekaligus memperpendek rantai distribusi dan memberikan kepastian pasar yang lebih baik bagi petani.

    Pada sesi penyampaian teknis, Rendi selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menegaskan bahwa bantuan benih padi yang diberikan harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan. Ia juga menekankan bahwa tidak ada pungutan biaya dalam proses penyaluran bantuan benih padi tersebut. Apabila kelompok tani memiliki kebijakan iuran atau kas kelompok, hal tersebut dapat dibahas dan dilaksanakan secara terpisah di luar kegiatan pembagian bantuan benih. Rendi turut memberikan penjelasan mengenai manfaat penerapan sistem tanam jajar legowo. Menurutnya, pola tanam ini dapat memberikan ruang tumbuh yang lebih optimal bagi tanaman, meningkatkan penerimaan sinar matahari, memperlancar sirkulasi udara, serta memudahkan kegiatan pemeliharaan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Dengan penerapan teknik yang tepat, sistem jajar legowo diharapkan mampu mendukung peningkatan jumlah anakan produktif dan hasil panen.

    Melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian bantuan benih ini, Pemerintah Desa Panjang berharap para petani semakin memahami pentingnya penerapan teknologi pertanian modern dan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi pertanian.

Sinergi antara pemerintah, BPP, PPL, kelompok tani, dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sektor pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Panjang.




  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan