BINJAI - INDOMETRO.NET.
Banjir kembali melanda Kota Binjai, Kamis 29/10/2026 dini hari. Ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.
Banjir kali ini merupakan banjir ke tiga di tahun 2026 ini, dan disebut sebagai banjir terparah. Air yang meluap dengan cepat membuat warga panik dan harus berjuang menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka di tengah gelapnya dini hari.
Salah satu wilayah yang paling parah terdampak adalah Kelurahan Bonjol dan sekitarnya. Terlihat permukiman warga sudah berubah menjadi lautan air berwarna coklat keruh. Rumah-rumah hanya terlihat atapnya, jalan tertutup total, dan warga hanya bisa bertahan di tempat yang lebih tinggi.
Mendapat laporan banjir, Tim dari BPBD Kota Binjai yang dipimpin langsung oleh Rudi Baros, ST langsung terjun ke lapangan guna membantu warga Bonjol untuk menyelamatkan barang-barang milik warga.
Tim BPBD dengan sigap melakukan evakuasi, membantu warga mengangkat barang-barang elektronik, dokumen penting, dan kebutuhan pokok ke tempat yang lebih aman. Kehadiran Tim BPBD di tengah dini hari yang dingin dan hujan tersebut mendapat apresiasi dari warga.
Meski dengan keterbatasan peralatan, Tim BPBD tetap bekerja tanpa henti hingga pagi hari untuk memastikan warga dalam kondisi aman.
Menanggapi hal ini Ketua Investigasi Gatwamtra, Marihut H. Simarmata menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap warga dan mengapresiasi kesigapan Tim BPBD Kota Binjai:
Saya turut prihatin dan berduka atas musibah banjir yang kembali melanda Kota Binjai, Kamis dini hari ini. Ini sudah banjir ke tiga di tahun 2026 dan yang terparah. Ratusan rumah warga di Bonjol terendam. Ini bukan lagi bencana biasa, ini sudah darurat.
Kepada seluruh warga yang terdampak, saya berpesan agar tetap sabar, tetap waspada, dan utamakan keselamatan jiwa. Harta bisa dicari lagi, nyawa tidak bisa diganti. Jaga anak-anak, jaga lansia, dan jaga warga disabilitas.
Saya juga menyampaikan apresiasi dan salut yang setinggi-tingginya kepada Tim BPBD Kota Binjai yang dipimpin Bapak Rudi Baros, ST, yang langsung terjun ke lapangan di tengah dini hari untuk membantu warga Bonjol menyelamatkan barang-barang mereka. Ini adalah bentuk pengabdian yang nyata. Di saat warga panik, BPBD hadir. Terima kasih.
Namun, saya juga mengingatkan kepada Walikota Binjai dan jajaran Pemko Binjai, banjir sudah tiga kali dalam satu tahun dan semakin parah. Ini harus menjadi evaluasi total! Jangan hanya sibuk evakuasi, tapi cari solusi permanen. Normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan penertiban bangunan liar di bantaran sungai harus segera dilakukan.
Kami dari Gatwamtra meminta Pemko Binjai segera menyalurkan bantuan logistik, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan kepada warga terdampak. Jangan sampai warga yang sudah kehilangan barang-barangnya, juga harus kelaparan dan sakit karena lambatnya bantuan.
Saya mengajak seluruh masyarakat Binjai untuk saling bantu, saling peduli. Tetangga yang tidak kebanjiran, bantulah tetangga yang kebanjiran. Inilah saatnya kita tunjukkan semangat gotong royong Kota Binjai, Pungkas Marihut H. Simarmata kepada Kabiro Indometro.net. Binjai - Langkat.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim BPBD Kota Binjai masih terus melakukan pemantauan dan membantu warga di lokasi banjir. Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan (HS03).







Tidak ada komentar: