Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

📰 BERITA TERKINI
Memuat berita...
Memuat berita...

Sedekah Bumi Dusun Sawahan: Merawat Tradisi, Mensyukuri Hasil Bumi, dan Mempererat Kerukunan Warga

Ica Angger Pradesa
Rabu, 30 September 2026
Last Updated 2026-10-01T02:25:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



indometro.net-

Sedekah Bumi menjadi ruang bagi warga Dusun Sawahan untuk menjaga warisan leluhur, memanjatkan rasa syukur, dan merawat harmoni kehidupan bermasyarakat.

Bojonegoro, 30 September 2026 — Suasana kebersamaan dan nuansa tradisi terasa di Dusun Sawahan, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (30/9/2026). Masyarakat setempat kembali menggelar Sedekah Bumi, sebuah tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap Rabu Kliwon sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi, rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang telah diterima masyarakat.

            Kegiatan yang diikuti antusias oleh warga RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4 RW 03 Dusun Sawahan tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Sedekah Bumi tidak hanya menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga menjadi sarana masyarakat untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam serta melestarikan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan gunungan yang berisi hasil bumi. Gunungan tersebut dihiasi dan disusun dengan berbagai hasil pertanian masyarakat, mulai dari buah-buahan, sayuran, hingga umbi-umbian. Gunungan kemudian diarak bersama-sama sebagai simbol kemakmuran sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pedesaan.

            Setelah prosesi arak-arakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama, yang menjadi salah satu momen penting untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.Kegiatan Sedekah Bumi tersebut dipusatkan di Makam Besar Dusun Sawahan. Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat pelaksanaan doa bersama sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang dan menghormati para leluhur yang telah mendahului mereka.

            M. Heri Susanto, Ketua RT 2 RW 3 Dusun Sawahan, menjelaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak dahulu.Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat. Sedekah Bumi menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, serta memperkuat rasa persaudaraan dan kerukunan di lingkungan masyarakat.“Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan mempererat kebersamaan,” jelas M. Heri Susanto.Ia menambahkan, pelaksanaan Sedekah Bumi juga menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Tradisi tersebut diharapkan dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sehingga mereka memahami sejarah, nilai, dan makna budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

        Harapannya tradisi ini tetap lestari dan bisa dikenal oleh generasi muda. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatannya, tetapi juga memahami nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan kepada leluhur yang terkandung di dalamnya,” tambahnya.Selain doa bersama dan makan bersama, masyarakat juga disuguhi pertunjukan seni jaranan. Kesenian tradisional tersebut menjadi hiburan bagi warga sekaligus memberikan ruang bagi pelestarian seni budaya lokal.Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Warga dari berbagai kelompok usia turut hadir dan mengikuti rangkaian acara. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan bahwa Sedekah Bumi masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial dan budaya warga Dusun Sawahan.

            Bagi masyarakat Dusun Sawahan, Sedekah Bumi bukan hanya tentang tradisi yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mensyukuri karunia alam, mengenang jasa leluhur, memperkuat gotong royong, serta menjaga hubungan harmonis antarsesama dan dengan lingkungan.Di tengah perubahan zaman, tradisi semacam ini menjadi bagian dari identitas masyarakat desa. Melalui keterlibatan generasi muda dan kebersamaan seluruh warga, Sedekah Bumi diharapkan tetap hidup sebagai warisan budaya yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan