Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Ratusan Hektare Sawah di Luwu Utara Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Minta Bantuan Sumur Bor

Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-15T03:07:20Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??



 

Sulsel, Indometro.net-

Ratusan hektare lahan sawah di Desa Dandang, Dusun Pangalli, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Penyebabnya adalah musim kemarau dan fenomena El Nino.


" Hingga 14 Agustus 2026 laporan mengenai dampak kekeringan mencapai ratusan hektare," sebut Ketua Kelompok Tani (Koptan) Tunas Muda di Pangalli, Yustus Bunga, kepada media ini ketika dimintai konfirmasi, Jumat (14/8/2026).


Ketua Koptan Tunas Muda yang akrab di sapa Yus mengatakan bahwa, kekeringan melanda Kecamatan Sabbang Selatan dan Kecamatan lainnya. Dari ratusan hektare lahan sawah yang mengalami kekeringan.


"Apabila tidak ditangani secara serius, ancaman puso bisa meluas dari lahan yang sudah kekeringan dan kami butuh sumur bor di lahan sawah petani.

Salah satu langkah yang didorong Koptan Tunas Muda, Sumber Tani dan Koptan Tunas Mase-Mase yakni, pengadaan bantuan sumur bor di sejumlah kawasan persawahan yang kekeringan, karena di Dusun Pangalli itu sistem tadah hujan.


Yus menilai keberadaan sumur bor dapat menjadi salah satu solusi alternatif ketika pasokan air tadah hujan tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian, khususnya di wilayah Dusun Pangalli yang paling terdampak kekeringan.


" Kami meminta pemerintah Luwu Utara mengupayakan bantuan sumur bor ke Pemerintah Sulsel di beberapa atea persawahan kami. Ini bukan sekadar persoalan hari ini, tetapi bagaimana pemerintah menyelamqtkan lahan dan penghidupan para petani di Lutra menghadapi ancaman kekeringan," sebutnya, Jumat 14 Agustus 2026.


Kelompok Tani juga meminta pemerintah desa, kecamatan, dinas terkait serta jajaran PPL Peranian untuk membangun koordinasi yang lebih kuat. Pendataan terhadap titik-titik persawahan yang mengalami kekeringan dinilai penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.


" Ketua Kelompok Tani menegaskan bahwa, petani tidsk boleh dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kekeringan. Pemerintah harus hadir denfan solusi nyata, bukan sekadar imbauan," jelasnya.


Sumber: ungkapfakta. info


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan