Jakarta, Indometro,net-
Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah harus diperiksa di kasus kematian Sutrimo yang diduga kepala rumah tangga (karumga) Febrie. "Menurut saya siapapun, apalagi Febrie kan, karena yang nyangkut ke dia kan begitu. Jadi saya kira penyidik sudah tahu lah siapa yang harus mereka periksa. Dan tugas kita nanti menanyakannya," ujar Hinca di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Hinca menjelaskan, berdasarkan KUHAP, semua pihak yang terlibat langsung atau mengetahui kematian Sutrimo harus dimintai keterangan oleh penyidik. Sebab, kata dia, penyidik harus mengumpulkan bukti selengkap-lengkapnya di kasus Sutrimo. "Jangan ada yang ditinggal, karena memang KUHAP yang baru ini, KUHAP baru kita baru berlaku tahun ini mengharuskan itu semua, selengkap-lengkapnya, seutuh-utuhnya," jelasnya.
Sementara itu, Hinca mengaku akan mengusulkan ada rapat Komisi III DPR dengan polisi terkait penyidikan kasus Sutrimo meninggal itu. "Saya mengusulkan nanti di sidang masa sidang berikut ini agar Komisi III mengagendakan secara khusus perkara ini yang sudah menjadi perhatian publik sejak satu bulan terakhir," imbuh Hinca.
Sebelumnya, pengacara keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkapkan isi percakapan Sutrimo dengan keluarga di kampung halaman, sebelum ditemukan meninggal dunia. Menurutnya, percakapan dengan keluarga yang masih terekam di ponsel keluarga hanya dari tanggal 19 sampai 23 Juli 2026. Percakapan terakhir Sutrimo dengan adik iparnya berlangsung pada Kamis (23/7/2026) dini hari atau beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia. Aan menjelaskan, Sutrimo memang menderita diabetes. Namun sebelum meninggal, Sutrimo tidak pernah mengeluhkan sakitnya itu kepada keluarga. "Sebelum berangkat (kembali ke Jakarta) ngeluh bengkak kakinya, tapi memang karena gulanya udah lama. Tapi dari tanggal 19 sampai 23 Juli itu tidak pernah ada WhatsApp ngeluh sakit," kata Aan kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Bahkan beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, Sutrimo sempat mengirimkan foto kepada keluarga. "Tidak ada keluhan sakit. Kamis (23/7/2026) pukul 03.00 WIB masih kirim foto makanan, ada ayam goreng, lalapan, kaya lamongan gitu lah," ujar Aan. Selanjutnya, pukul 04.00 WIB Sutrimo kembali mengirim foto sedang duduk di seberang rumah Febrie Adriansyah. Sekitar pukul 06.00 WIB, adik iparnya baru membalas pesan dari Sutrimo setelah bangun tidur. "Sekitar pukul 06.00 WIB adiknya bangun kemudian balas WhatsApp sama ngirim video anaknya. Memang tiap hari itu suka ngirim video ponakannya. Katanya (pesan itu) dibaca tapi tidak dibalas," kata Aan.
Tiba-tiba sekitar pukul 08.30 WIB, keluarga menerima telepon dari nomor ponsel Sutrimo. "Tahu-tahu pukul 08.00 WIB ada telepon dari nomor HP Sutrimo, berkali-kali, baru diangkat pukul 8.30 WIB. Ternyata itu temannya, mengabarkan Pak Sutrimo sudah tidak ada," ujar Aan.
Sumber: kompas.com




