Jombang, Indometro.net — Hasil Muktamar NU 2026 menjadi perhatian publik setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Muktamar berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Dalam hasil utama Muktamar ke-35 NU, KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031. Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar kali ini juga menjadi perhatian karena mekanismenya mengalami perubahan. Sidang Pleno III menyepakati pemilihan Ketua Umum melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Dari 552 suara, sebanyak 401 suara memilih perubahan mekanisme tersebut, sementara 150 suara memilih tetap menggunakan sistem one man one vote dan satu suara dinyatakan tidak sah.
Setelah proses penjaringan, lima nama calon Ketua Umum PBNU disetujui oleh Rais Aam terpilih untuk memasuki tahap penentuan. Proses selanjutnya dilakukan melalui musyawarah AHWA hingga akhirnya Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Hasil Muktamar NU 2026 tersebut menjadi perhatian luas karena kepengurusan baru akan memimpin PBNU selama lima tahun ke depan. Keputusan ini sekaligus menjadi bagian penting dari arah organisasi Nahdlatul Ulama untuk periode mendatang.
(TimRed)




