Medan, Indometro.net-
Seorang pengemudi taksi online bernama Rian Alamsyah (25) ditemukan tewas dengan kondisi kaki terikat di perkebunan tebu Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Begini cerita perjuangan keluarga mencari korban hingga ditemukan tewas.
Abang korban, Iqbal Mudhawar (29) mengatakan korban awalnya berangkat dari rumah mereka di Jalan Banten Baru, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (13/8) sekira pukul 02.00 WIB. Iqbal menyebut adiknya memang seorang pengemudi taksi online.
Saat korban berangkat itu, kata Iqbal, adiknya memang sempat berpamitan kepada ayah mereka. Namun, saat itu, korban tidak memberitahu pasti tujuannya keluar.
Setelah korban keluar itu, korban tak kunjung pulang. Lalu, sekira pukul 06.00 WIB, ibu korban mengirimkan pesan ke kedua telepon seluler korban, tetapi tak ada respons.
Alhasil, sekira pukul 08.00 WIB, ibu korban menghubungi Iqbal untuk menanyakan soal adiknya itu. Namun, Iqbal mengaku baru membaca pesan ibunya itu sekira pukul 10.00 WIB. Iqbal mengatakan dirinya memang sudah tidak tinggal bersama orangtuanya karena sudah menikah.
Usai menerima informasi dari ibunya, Iqbal pun mencoba melacak ponsel android dan Iphone korban. Saat itu, ponsel android itu terdeteksi berada di daerah Timbangan Lama, Medan Labuhan.
"Titiknya itu memang nggak di sungai, tapi areanya tuh sudah pinggir sungai, rumah masyarakat itu nggak ada. Adapun itu cuman satu dua dan jauh-jauh. Di situ juga semak-semak, semak belukar. Itu maps pertama yang dari Android," jelasnya.
Iqbal menyisir lokasi itu hampir 3 jam. Sayangnya, Iqbal tak juga menemukan keberadaan adiknya. Alhasil, Iqbal memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya.
Setelah itu, keluarga mencoba melacak keberadaan Iphone korban. Ponsel korban itu kemudian terdeteksi berada di sekitaran Jalan Asahan, Kecamatan Medan Belawan.
Iqbal bersama ayahnya pun langsung menuju lokasi untuk menyisir lokasi ponsel korban itu. Setibanya di lokasi, keduanya sempat berhenti di salah satu warung untuk menanyakan soal titik lokasi ponsel itu.
Namun, dua warga yang ditanyainya oleh Iqbal itu mengaku bahwa alamat tersebut tidak ada di sekitaran lokasi itu. Bahkan, kedua warga itu juga sempat menakut-nakuti Iqbal dan ayahnya dengan mengatakan bahwa jika di lokasi itu ada permasalahan, biasanya mayatnya akan dibuang ke Desa Bulu Cina.
Belakangan, Iqbal dan ayahnya berkeliling di sekitar lokasi untuk mencari keberadaan korban, tetapi tak ditemukan. Setelah itu, Iqbal dan ayahnya memutuskan untuk berhenti sebentar di salah satu minimarket.
Tak lama setelah itu, Iqbal diberitahu adiknya bahwa titik lokasi Iphone korban itu berpindah ke sekitaran Kafe Marine, Kecamatan Medan Belawan. Iqbal pun memacu motornya menuju titik itu.
Setibanya di sana, Iqbal dan ayahnya menyisir sekitaran lokasi untuk mencari korban. Bahkan, hingga ke kapal-kapal yang berada di lokasi. Namun, pencarian korban itu juga tak membuahkan hasil.
Selang beberapa waktu, teman ayahnya menghubungi mereka dan menyampaikan soal unggahan yang dilihatnya di Facebook terkait penemuan mayat di Desa Bulu Cina. Teman ayah korban merasa bahwa mayat itu adalah korban.
"Nggak lama, kawan Bapak dapat info dari Facebook bahwa adik saya sudah tidak ada, sudah wafat itu lokasinya di Bulu Cina. Jadi, kita dapat titik 3 maps yang berbeda. Mayat ditemukan di Bulu Cina, iPhone berada di Marine Kafe, dan android berada di Labuhan," ujarnya.
Iqbal berharap pelaku pembunuhan kepada adiknya bisa diproses dan diberi hukuman maksimal. Dia juga berharap tak ada korban lain seperti adiknya.
"Saya berharap pihak berwajib, saya mohon jangan ada lagi korban yang seperti ini. Saya mohon ke pihak berwajib, tolong ditindaklanjuti, mohon diberikan (hukuman) yang sangat seberat-beratnya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, mayat Rian Alamsyah ditemukan tewas dengan kondisi kaki terikat di perkebunan tebu di Desa Bulu Cina, Kamis sekira pukul 18.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi kaki terikat.
Rian diduga menjadi korban perampokan karena mobil yang digunakannya tak ditemukan di lokasi. Kini, pihak kepolisian sudah menangkap pelaku terkait kasus itu.
Sumber: detiksumut




