Jakarta, Indometro.net-
Polda Metro Jaya menangkap seorang kurir ojek online (ojol) di wilayah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. S ditangkap usai diduga membawa kabur laptop milik Sri Mulyatin (31),warga Jakarta Pusat (Jakpus).
"Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana penggelapan barang pesanan yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat," tulis keterangan Instagram Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (14/8/2026).
Pelaku berinisial S ditangkap pada hari Selasa, 4 Agustus 2026 dini hari lalu. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut.
"Bersama pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti terkait, di antaranya satu buah topi, satu unit HP, serta satu buah SIM C atas nama pelaku," jelasnya.
Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka.
"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 486 KUHP (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) tentang tindak pidana penggelapan dengan andaman pidana 4 tahun penjara," tuturnya.
Sri Mulyatin lapor polisi setelah pesanan laptop dibawa kabur oleh oknum kurir ojek online (ojol). Laptop yang dibelinya melalui marketplace tak kunjung sampai, meski status pengiriman sudah dinyatakan 'selesai'.
Peristiwa itu bermula saat Sri membeli satu unit laptop dari sebuah toko di kawasan Mangga Dua pada Selasa (14/7). Dia memilih layanan instan agar barang cepat sampai ke rumahnya di daerah Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Kecurigaan muncul saat suami Sri pulang kerja dan menanyakan keberadaan paket tersebut. Setelah dicek di aplikasi, mereka mendapati status pengiriman sudah diselesaikan oleh kurir pada pukul 12.17 WIB.
"Kebetulan yang pesen itu suami saya. Nah, berhubung suami saya di kantor lagi kerja, nah pas kita tahunya itu pas pulang suami saya gitu. Katanya, 'Paketnya udah ada belum?' gitu. 'Belum'," kata Sri kepada detikcom Sabtu (18/7).
"Pas dia lihat status pengirimannya, 'Lah, ini udah selesai jam 12.17 WIB'," lanjutnya.
Berdasarkan data dari pihak toko di Mangga Dua, kurir yang mengambil paket Sri diketahui bernama Sarwani. Pihak toko sempat mendokumentasikan foto kurir beserta SIM-nya saat proses penjemputan barang.
"Kita ada foto kurir sama SIM-nya, dapat dari toko. Karena kan kalau mau ambil paket mungkin foto dulu ya, jadi datanya ada," jelasnya
Sri kemudian mencoba menghubungi nomor driver tersebut. Namun tidak ada balasan yang diterima Sri.
"Kita hubungi nomor driver-nya, awalnya masih aktif. Pas kita chat, terus kita telepon, nggak diangkat. Nggak lama kemudian kita diblokir," ungkapnya.
Sumber: detiknews




