Jakarta, Indometro.net — Aksi balap liar kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah aktivitas balapan di jalan raya ramai beredar di media sosial. Fenomena tersebut memicu kekhawatiran karena dilakukan di ruang publik dan berpotensi mengganggu pengguna jalan serta membahayakan keselamatan.
Salah satu kejadian yang menjadi sorotan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Semarang. Video yang memperlihatkan dugaan balap liar hingga disebut sempat menutup jalan beredar di media sosial pada 19 Agustus 2026.
Di Jakarta Timur, polisi juga mengamankan lima pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di Jalan Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, pada 20 Agustus 2026. Petugas menemukan mereka bersama dua sepeda motor setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sementara itu, di Denpasar, kepolisian merespons laporan dugaan balap liar di kawasan Jalan Raya Puputan, tepatnya di sekitar Plaza Renon. Petugas kemudian melakukan patroli dan membubarkan sejumlah anak muda yang diduga hendak melakukan aktivitas tersebut.
Maraknya informasi mengenai balap liar viral membuat keselamatan menjadi perhatian utama. Aksi balapan di jalan umum tidak hanya berisiko bagi pengendara, tetapi juga dapat membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan aktivitas yang berpotensi membahayakan melalui saluran resmi. Patroli juga terus dilakukan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan untuk mencegah terjadinya balap liar dan gangguan keamanan lainnya.
Masyarakat diharapkan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan mengenai aksi balap liar sebaiknya diperoleh dari keterangan kepolisian atau sumber resmi lainnya.
(TimRed)




