Klaten, Indometro.net-
Herman Hasiholan, warga Perumahan Puri Randusari, Klaten, mengalami luka di paha kiri setelah ditusuk Moh Bintang Pandu Gunawan, pria asal Bantul, Minggu (2/8/2026) malam. Bintang menusuk Herman dengan pisau lipat setelah keduanya membahas pekerjaan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tak kunjung selesai di rumah korban. Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB di Perumahan Puri Randusari Blok A0, Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Klaten.
Kronologi Warga Bantul Tusuk Teman Usai Bahas Kopdes Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto mengatakan, peristiwa penusukan bermula pada Minggu sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, saksi Muhammad Fachreza Habibie alias Reza menghubungi Bintang dan mengajaknya datang ke rumah Herman. Kala Balada Dongkap Panaskan Malam di Ancol.
Bintang bersedia ikut karena kebetulan memiliki urusan dengan Herman terkait pembayaran tenaga atau tukang yang belum diselesaikan. Sekitar pukul 18.00 WIB, Bintang berangkat dari rumah dan bertemu Reza serta Abdullah Ibnu Fajar di pertigaan lampu Kalasan. Baca juga: Raup Omzet Rp 300 Juta, Koperasi Merah Putih di Solo Ini Punya Aplikasi Digital Sendiri Reza kemudian masuk ke mobil Pajero hitam bernomor polisi AD 99SCS milik Bintang. Sementara itu, Ibnu menyusul dengan mengendarai mobil Honda Jazz hitam yang nomor polisinya tidak diketahui. Ketiganya tiba di rumah Herman sekitar pukul 20.00 WIB. Bintang, Herman, Eko Kurniawan, Ibnu, dan Reza kemudian duduk bersama di teras rumah.
Mereka membahas pekerjaan pembangunan Kopdes Merah Putih yang belum selesai. Pekerjaan itu perlu segera diselesaikan karena dikhawatirkan menghambat pekerjaan dan pencairan termin tim lain. Bintang kemudian mempertanyakan pekerjaan yang berjalan lambat hingga membuat termin tidak dapat dicairkan. Herman menjawab bahwa pekerjaan akan dimaksimalkan ke depannya. Bintang lalu mengungkit janji serupa yang sebelumnya pernah disampaikan Herman.
Herman kembali mengatakan akan memaksimalkan pekerjaan dan menjadikan persoalan sebelumnya sebagai pelajaran.
Bintang masih mempermasalahkan penyelesaian pekerjaan yang dinilai berulang kali tidak terealisasi. Herman tetap menjawab akan memaksimalkan pengerjaan. Percakapan mengenai pekerjaan itu membuat Bintang jengkel. Ia kemudian mengambil pisau lipat dari saku celana bagian kanan depan menggunakan tangan kanan.
"Saudara Moh Bintang Pandu Gunawan mengambil pisau lipat yang Saudara Moh Bintang Pandu Gunawan bawa di saku celana bagian kanan depan," kata Suwoto kepada Kompas.com, Senin (10/8/2026).
Sumber: Kompas.com




