Bojonegoro, indometro.net-
29 September 2026 Masyarakat Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan melalui kegiatan Layanan Mobile Balai Sakinah (BSA) yang dilaksanakan atas kerja sama Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Bojonegoro dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Panjang tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Warga tidak perlu datang ke kantor kecamatan untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena petugas Dukcapil hadir secara langsung di desa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Pelayanan Desa Panjang, Abdul Kholik Mutahar, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kemudahan pelayanan seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.
“Identitas kependudukan sangat penting untuk berbagai keperluan administrasi masyarakat, termasuk dalam pengurusan bantuan sosial, kepesertaan BPJS Kesehatan, maupun berbagai layanan publik lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang tersedia dengan sebaik-baiknya serta menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga dan tetangga.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat Desa Panjang tidak perlu jauh-jauh datang ke kecamatan untuk melakukan perekaman KTP. Hari ini petugas Dukcapil hadir langsung di Balai Desa Panjang. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dan menyebarluaskan informasinya kepada warga lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Dra. Siti Nurhayat, selaku Sekretaris Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan bahwa kegiatan Layanan Mobile Balai Sakinah merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mewujudkan layanan yang inklusif.
Menurutnya, PD ‘Aisyiyah berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang dapat diakses, digunakan, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat secara adil dan setara, termasuk penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya.
“Layanan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan layanan dapat diakses oleh semua orang secara adil dan setara,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ir. Heri Widodo, M.Si., turut memberikan penjelasan mengenai berbagai layanan administrasi kependudukan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Layanan tersebut antara lain penerbitan akta kelahiran, akta kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), serta Identitas Kependudukan Digital (IKD).
IKD merupakan informasi elektronik yang merepresentasikan dokumen kependudukan dan data pribadi melalui aplikasi digital pada smartphone. Dengan adanya IKD, masyarakat dapat mengakses informasi dan dokumen kependudukan secara lebih praktis melalui perangkat digital.
Selain memperkenalkan berbagai layanan administrasi kependudukan, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya data kependudukan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk dalam digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos).
Digitalisasi Perlinsos merupakan pengelolaan data secara terintegrasi yang mendukung keterhubungan data antarlembaga dalam penyelenggaraan berbagai program pelayanan dan perlindungan sosial, seperti Dukcapil, Kementerian Sosial, BPJS, PLN, dan instansi terkait lainnya.
Data kependudukan yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketepatan pelayanan publik dan program perlindungan sosial. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan dokumen kependudukannya telah lengkap, benar, dan sesuai dengan kondisi terkini.
Melalui kegiatan Layanan Mobile Balai Sakinah ini, diharapkan masyarakat Desa Panjang semakin mudah memperoleh layanan administrasi kependudukan sekaligus semakin memahami pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan organisasi sosial dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah diakses, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.






Tidak ada komentar: