Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Baju Adat Aceh Warnai Malam Puncak Piasan Pase dan Milad ke-800 Samudera Pasai di Lhoksukon

Redaksi
Selasa, 08 September 2026
Last Updated 2026-09-08T02:09:11Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


Lhoksukon, indometro.net

ACEH UTARA – Nuansa budaya dan sejarah Kerajaan Samudera Pasai begitu terasa dalam rangkaian peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara.

Pada malam peringatan yang berlangsung di Lhoksukon, Senin malam (7/9/2026), Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tampil mengenakan busana adat Aceh.

Penampilan tersebut tidak hanya memberikan kesan gagah dan berwibawa, tetapi juga menghadirkan suasana yang seolah membawa kembali ingatan masyarakat pada kejayaan Aceh di masa kerajaan, khususnya ketika Samudera Pasai menjadi salah satu pusat peradaban Islam dan perdagangan penting di kawasan Asia Tenggara.

Balutan busana adat Aceh yang dikenakan Bupati dan jajaran semakin memperkuat pesan bahwa peringatan 800 tahun Samudera Pasai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali identitas, nilai-nilai budaya serta kebanggaan terhadap sejarah Aceh Utara.

Suasana malam itu terlihat semakin semarak ketika para pejabat daerah hadir dengan pakaian adat lengkap. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan atmosfer budaya Aceh dalam setiap rangkaian kegiatan Piasan Pase dan peringatan 800 tahun Samudera Pasai.

Bagi masyarakat Aceh Utara, Samudera Pasai bukan hanya catatan sejarah masa lalu. Kerajaan tersebut merupakan bagian penting dari identitas daerah dan warisan peradaban yang patut dikenang serta diwariskan kepada generasi penerus.

Melalui momentum Milad ke-800 ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak hanya mengenal Samudera Pasai dari buku sejarah, tetapi turut menjaga warisan budaya dan memahami nilai-nilai yang telah diwariskan para indatu.

Peringatan tersebut pun menjadi panggung untuk memperlihatkan bahwa sejarah dapat dihadirkan dalam suasana kekinian tanpa kehilangan akar budaya. Busana adat, kesenian tradisional, kuliner khas hingga berbagai tradisi masyarakat Aceh menjadi satu kesatuan dalam memeriahkan Piasan Pase 2026.

[Fajri]


Sumber : indometro.id

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan