Jakarta, Indometro.net – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan lalu. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Jumat (21/8/2026) ditutup menguat 0,30 persen atau 54 poin ke level Rp17.694 per dolar AS.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif rupiah sepanjang pekan perdagangan 17–21 Agustus 2026. Secara mingguan, rupiah tercatat menguat sekitar 104 poin atau 0,58 persen, dari posisi Rp17.798 menjadi Rp17.694 per dolar AS.
Rupiah Berpeluang Kembali Menguat
Memasuki perdagangan Senin (24/8/2026), pelaku pasar masih melihat adanya peluang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan. Salah satu sentimen yang mendukung berasal dari pelemahan indeks dolar AS (DXY) serta kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di pasar valuta asing.
Sejumlah proyeksi analis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.640 hingga Rp17.700 per dolar AS pada awal pekan. Namun, pergerakan rupiah tetap berpotensi fluktuatif karena dipengaruhi perkembangan ekonomi global, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta arah kebijakan bank sentral AS.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode 18–19 Agustus 2026. Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang dinilai turut menjaga daya tarik aset keuangan dalam negeri.
Selain nilai tukar rupiah di pasar spot, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia pada akhir pekan lalu juga tercatat menguat 0,42 persen dari Rp17.779 menjadi Rp17.705 per dolar AS.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati sentimen eksternal. Perubahan arah indeks dolar AS, imbal hasil US Treasury, harga komoditas energi, serta perkembangan kebijakan The Fed dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam perdagangan berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, rupiah menguat menjadi salah satu perhatian utama pasar keuangan Indonesia pada awal pekan ini. Investor masih menunggu perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter yang dapat menentukan arah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selanjutnya.
(RedTim)




